Laman

Selasa, 12 Oktober 2010

berbaktilah kepada orang tuamu..

Imam Ahmad meriwayatkan hadist dr Rasulullah Saw. 

Beliau bersabda," Barangsiapa yg berbakti kpd kedua orang tuanya, dia akan memperoleh keberuntungan yg besar dan Allah Swt akan menambah umurnya"

benih pakis dan bambu

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

"Tuhan," katanya. "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah?"

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan. "Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu?".

"Ya," jawab pria itu.

"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah.

"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.

"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah.

"Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah," kataNya.

"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku," kata Tuhan kepada pria itu.

"Tahukah kamu, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?

"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu.

"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan. "Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah."

"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."

"Saya akan menjulang setinggi apa, Tuhan?" tanya pria itu.

"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan

"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.

"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik, meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu," kata Tuhan.

Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini. 

Sabtu, 09 Oktober 2010

aku juga punya perasaan...

sekesal apapun sama dia, aku ngga bisa bertahan untuk marah terlalu lama...
apalagi mama suka ngomongin dia, tanyain kabar dia, nanyain kesibukan dia...
apa jadinya kalo mama tau kalo ada jarak pemisah aku dengan dia dalam 1 tahun ke depan ini?
mama yang pertama jadi orang yang sedih...


bayangin, pagi ini, sahabat papa jamannya papa jadi perwira angkatan laut (pakde handoyo), telpon ke rumah dan ngbrol sama mama...
pakde tanya2 tentang aku...
salah satu yang ditanyain, "enny udah punya pacar belum?"
dengan bangganya mama bilang "udah, pak.."
terus pakde tanya "kenal dimana? kerja dimana?"
terus dengan tenang mama jawab "dulu kenal di surabaya... dia sekarang kerja di salah satu perusahaan swasta dan jadi owner perusahaan konstruksi juga, pak..."


andai dia tau, gimana perasaan aku...
gimana aku senengnya aku kalo mama juga seneng...
dan sekarang, aku cuma pingin bisa mempertahankan dia sampe akhir hidupku...
tapi kenapa dia yang ngga mau aku pertahankan?
KENAPA?


tolong ngertiin perasaanku sedikiiiitttt ajah...
aku cuma minta sedikit...
permintaan dia, apa cii yang ngga aku penuhi?
apa?
bagian mana?