Apabila engkau tidak mampu mencapai apa yg engkau inginkan, maka tidak perlu mengharapkannya lagi dan jangan membantah perbuatan ALLAH SWT. Apabila ALLAH SWT mengambil harta benda, keluarga, kesehatan, dan menghancurkan milikmu, seyogyanya engkau tersenyum dihadapan kekuasaan dan kehendak-NYA. Apabila engkau menginginkan dekat dengan-NYA dan murni bersama-NYA hendaklah engkau berada dalam keadaan tadi (menerima ketetapan-NYA). Apabila hatimu ingin sampai kepada-NYA semenjak engkau masih didunia, maka sembunyikanlah kesedihanmu dan tunjukkan kegembiraan (kalau bisa jangan mengadu/curhat kepada seorang pun). Pergaulilah manusia dengan akhlak yg baik. Rosulullah saw bersabda, "Kegembiraan mukmin itu terlihat dari wajahnya padahal kesedihan berada dalam hatinya".
Jumat, 17 Desember 2010
kesenangan dunia = sesutu yang semu
Hamid bin jabir, seorang sultan irak yg semasa hidupnya berfoya2 dalam kekuasaannya. Suatu malam ia bermimpi didatangi seorang laki2 membawa kitab dan membacanya, "Janganlah engkau mengutamakan kefanaan daripada keabadian. Janganlah engkau terperdaya dg apa yg engkau miliki saat ini berupa kekuasaan, kesultanan, pelayan, budak, kesenanganmu yg lain. Sesungguhnya yg ada padamu akan sirna. Semua yg engkau miliki akan rusak binasa. Semua kesenangan dan kebahagiaan yg engkau rasakan saat ini adalah tipu daya. Itu semua adalah kenikmatan sesaat yg kelak harus kau pertanggungjawabkan. Karena itu bersegeralah menuju perintah Allah".
Hamid pun tersentak dan bangun. Ia ketakutan dan hatinya berdebar-debar. Ia pun menangis dan menyadari akan semua perilakunya. Kemudian ia pun meninggalkan kesultanan tanpa diketahui siapapun. Ia pergi ke gunung dan berkonsentrasi beribadah (zuhud) sampai akhir hayatnya.
pintu yang tidak bisa ditutup
Ibrahim bin junaid menyebutkan bahwa seorang lelaki menggoda seorang perempuan. perempuan itu berkata pada si lelaki, "kamu telah mendengarkan al-Quran dan hadis, dan kamu lebih tahu". lelaki itu berkata, "tutuplah semua pintu". lalu perempuan itu menutup semua pintu. ketika lelaki itu mendekat padanya, perempuan itu berkata, "Masih ada satu pintu lagi yang belum saya tutup". lelaki itu bertanya, "pintu yang mana lagi?". perempuan itu menjawab, "Pintu antara kamu dan ALLAH". lalu lelaki itu tidak jadi melakukannya.
Yazid bin maisarah berkata, "ALLAH swt berfirman: "Wahai pemuda yang meninggalkan syahwatnya untuk-KU, yang mencegah dirinya dari kesenangan masa mudanya karana AKU! di sisi-KU engkau laksana sebagian malaikatku".
Langganan:
Postingan (Atom)